The Answer

Dear Z

Sepertinya ini puisi terakhirku buatmu.

Karena sepertinya kekasihku nggak sedang marah, tetapi dia pengen aku jadi lebih deket saja dengan dirinya.

Dear Z

2 malam itu aku menyebutkan namamu di dalam doa.

Meminta izin kepada kekasihku untuk bisa sekedar berteman dekat denganmu.

Tetapi sepertinya kekasihku kembali cemburu.

Dia tidak mengizinkanku untuk bisa berdekatan denganmu.

Akhirnya dia menghapus segala akses untuk bisa membaca syair – syairmu itu.

Dan sekarang, aku seperti menemukan titik buntu lagi.

Aku seakan dibuat bingung akan segala tanda – tanda alam itu.

Kamu yang tiba – tiba menghilang dan dia orang baru yang tiba – tiba hadir.

Aku tidak tahu apa artinya.

Jadi sekarang, aku memutuskan untuk melupakanmu, demi kekasihku itu.

Karna segala mimpi dan hidupku ataupun milikmu berada di tangannya.

Memangnya aku bisa apa?

Dia seakan kembali menarikku ke masa – masa menyakitkan itu.

Tetapi perlahan, dia menyibakkan tabirnya akan alasan, mengapa aku dijauhkan dari dia, mereka, dan kamu.

Mungkin, untuk sekarang aku tidak tahu apa alasannya.

Karena tidak semua pertanyaan harus ada jawabannya sekarang, kan?

Bagiku kamu sosok yang hampir sempurna.

Tapi mungkin, tidak bagi dia.

Maka dari itu dia menjauhkan aku darimu.

Terima kasih atas segala sajak dan tulisanmu yang membuatku semakin mencintai dia.

Terima kasih atas segala pesan – pesan hidupmu yang selalu kau selipkan di setiap puisimu itu.

Pada akhirnya kau memang hanyalah bintang,

Yang hanya bisa dikagumi dari jauh.

9.4.21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s