3

Dear Z

Hari ini langit bumi tampak mendung,

Seakan bersiap untuk menumpahkan air matanya,

Turut berduka atas kematian salah seorang tuan putri,

Yang selama ini berusaha keras untuk memerdekakan hak – hak perempuan,

Tetapi di satu sisi, ia lupa untuk memerdekakan hatinya dari salah seorang lelaki,

Hatinya tertawan hingga jiwanya meninggalkan jasadnya,

Membawa mati cinta tersebut hingga ke surgaNya.

Aku tidak tahu, apakah aku harus bersedih atau berbahagia atas kepergiaannya.

Dear Z

Melalui kepergiannya,

Aku tersadar oleh satu hal,

Bahwa semua ini fana,

Sosokmu fana,

Perasaanku padamu fana,

Bahkan keistimewaanmu juga.

Tidak ada yang tahu, sampai kapan aku akan terus mengagumimu,

atau sampai kapan kau akan terus mengucap syair – syair cinta itu dengan lisanmu.

Tidak ada yang tahu.

Sekarang aku belajar,

Bahwa semuanya memang fana, kecuali sang Kekasihmu itu.

Bukan, bukan puanmu, tetapi yang sangat mencintaimu, melebihi dirimu sendiri.

Maka dari itu, aku memutuskan untuk menyerah,

Menyerah kepada penciptamu, menyerahkan segala perasaanku padamu kepadaNya.

Karena tidak ada yang tahu atas akhir dari segala perasaan ini.

Dan terakhir,

Aku memutuskan untuk berusaha tunduk kepada segala suruhan dan takdirnya.

Karena hanya tuhanmu yang lebih tahu, dibandingkan aku.

6.4.21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s