Heart Melted

Meletup

Berdegup kencang

Dialiri oleh darah – darah merah

Nafasnya terasa sesak

Gelap

Semua gelap

Awal yang tak ada cahaya

Seperti layaknya sebongkah batu

Yang berada di kedalaman palung mariana

Mengejang

Memberontak

Berteriak

A

A

A

A

Terhina

Terbuang

Jatuh limbung

Ia mengutuk Kekasihnya

KENAPA?

KENAPA AKU?

Kekasihnya menjawab,

KENAPA TIDAK?

Balasnya lembut,

Selembut sutra,

Ia menarik tangannya

Berdansa dalam cahaya

Menari selayaknya seorang pecandu

Perlahan ia tertawa

Bagai orang gila dimabuk cinta

Ia tertawa bahagia

Dalam kegelapan menari dengan cahaya

Absurd, tapi nyata

Akhirnya ia menangis,

Tertawa,

Tersenyum bahagia

Bersama dengan Kekasih barunya,

Berdansa bersama dengan alunan melodi,

Yang membuat hatinya meleleh,

Ia meleleh

Melebur, menyatu, menjadi satu,

Dengan Kekasihnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s